Sekjen PBB Sebut Dunia dalam Bahaya

Sekjen PBB Sebut Dunia dalam Bahaya

22 September 2022

Staff Biro Hukum

144

PBB menilai kondisi dunia semakin tidak menentu yang meningkatkan ancaman peperangan dan kelaparan. Solusinya semua negara harus bersatu untuk menciptakan perdamaian dengan mengabaikan perbedaan.

Gelaran ini diadakan di bawah bayang-bayang perang Rusia di Ukraina, yang telah memicu krisis pangan global dan membuka celah di antara negara-negara besar dengan cara yang tidak terlihat sejak perang dingin.

Dia menekankan bahwa kerja sama dan dialog adalah satu-satunya jalan ke depan untuk menjaga perdamaian global. Landasannya mengacu pada dua prinsip dasar PBB sejak didirikan setelah Perang Dunia II.

Kondisi ini tercipta karena ketegangan geopolitik yang terus meruncing.
Hilangnya ekspor biji-bijian dan pupuk penting dari Ukraina dan Rusia telah memicu krisis pangan, terutama di negara-negara berkembang, dan inflasi serta meningkatnya biaya hidup di banyak negara lainnya.

Sementara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak para pemimpin dunia di markas besar PBB untuk menciptakan solusi perdamaian di Ukraina.